Mitos Dan Fakta Seputar Game Original


Kebanyakan gamers Indonesia saat ini mempunyai mindset "Kalo bisa gratis, ngapain bayar?". Tidak hanya di Indonesia sih sebenernya, di luar pun juga banyak yang bermain game bajakan (yang bikin crack-nya juga orang luar kan?). Namun agaknya di Indonesia, persentase antara gamer yang memainkan game original dengan yang bajakan sangat timpang, dengan gamer bajakan yang mendominasi. Gua pun pernah menjadi salah satu orang yang berpikir sama seperti yang gua tulis di kalimat pertama.

Tapi menurut gua ini sangat berbahaya, karena pasar game PC saat ini sedang dianaktirikan akibat banyaknya pembajakan. Para developer game besar (seperti Ubisoft yang sangat sensitif dan parno soal piracy) saat ini lebih mengutamakan untuk merilis gamenya di console, dan merilis versi PC-nya dalam bentuk console port. Terkadang mereka juga menunda perilisan versi PC dalam rentang waktu yang cukup lama dibandingkan versi console-nya.

Ada beberapa alasan bagi orang-orang untuk membeli/memainkan game bajakan. Selain gratis, ada juga yang berpikir bahwa game ori itu mahal, ribet, atau sebagainya. Disini, gua akan memberikan informasi sekaligus menyanggah pendapat-pendapat tersebut dengan harapan kalian semua bisa mulai beralih ke game original (dan, hopefully, melupakan semua produk yang berembel bajakan.)

Mitos: Game original itu mahal! Masa game XXX aja harganya 500 ribu! Game bajakan tinggal download, paling cuman modal ongkos DVD/koneksi aja.
Fakta: Gak semua game original itu semahal yang lu kira. Memang pada awal rilis atau masa pre-order, harga game original bisa mencapai 500 ribu lebih. Tapi di Steam (www.steampowered.com, digital distributor game via download) lu bisa beli game original dengan harga diskon hingga 75%! Contohnya, gua beli Portal 2 cuman 50 ribu. Terakhir gua beli Counter-Strike Complete (yang isinya CS 1.6, CS: Source, CS: Condition Zero, sama CS: Global Offensive yang baru) cuma 170 ribu (harga aslinya sekitar 300 ribu). Biasanya game-game yang didiskon besar-besaran ini adalah game lama, namun bukan berarti game yang baru rilis tidak akan didiskon. Gua bakal bahas soal Steam ini nanti.
Lalu, ada juga indie bundle (paket game-game buatan developer kecil atau indie, biasanya 4 game) yang menawarkan promo pay as you want alias bayar sesuka hati! Dan game-game indie ini gak bisa dipandang sebelah mata, karena kualitas game buatan mereka tidak kalah dengan buatan developer besar seperti EA atau Activision. Contoh: Limbo, Orcs Must Die!, Torchlight, Bastion, dan banyak lagi.

Mitos: Beli game ori lewat digital itu ribet! Harus pake kartu kredit atau Paypal, sedangkan gua gak punya.
Fakta: Gua punya beberapa teman yang dapat membelikan game original (via Steam, Amazon, Origin, indie bundle, dll) dan mereka sangat terpercaya. Lu cuman perlu transfer via rekening bank lokal ke rekening mereka, dan mereka akan membelikan dan memberikan CD-Key gamenya. Tertarik? Lu bisa kontak gua dan gua bakal kontak mereka.

Mitos: Sekarang jamannya download, gak perlu beli CD game original lagi. Lagian di Indonesia juga susah cari CD game original, bajakan semua..
Fakta: Well, sekarang memang jamannya download. Coba kenalan dulu deh sama Steam, mereka menyediakan layanan download game dengan jalur cepat, fitur pause dan resume, auto-update (ketika game yang dibeli ada update, dapat langsung didownload). Tapi bukannya gua tidak suka game berbentuk disc. Sekarang makin banyak lho, toko komputer yang menjual DVD game ori (terutama akibat Diablo III), apalagi kemasan serta isinya bisa dijadiin koleksi. Tapi soal harga sih masih lebih murah game digital. (dan juga menghemat biaya produksi bagi para developer kan?)

Mitos: Gamenya sama. Fiturnya sama. Bahkan ada game bajakan yang udah keluar duluan sebelum game orinya dirilis. Kalau sama-sama bisa dimainin, kenapa harus beli game original?
Fakta: Jangan lupa bahwa game bajakan tidak didukung oleh developer, rawan crash, crack-nya ada yang mengandung virus/trojan, gak bisa bermain multiplayer, gak auto-update.. dan yang terpenting, lu ngga mendukung perkembangan PC gaming yang saat ini lagi dianaktirikan. Apabila lu masih berpikir begitu, nampaknya lu harus lebih menghargai hasil karya orang lain.

Mitos: Gua nggak punya PC, gua main di warnet dan semua gamenya bajakan. Mau gimana lagi. Gua pengen kok punya game ori, tapi gua gak punya komputer sendiri..
Fakta: Nah, ini yang menurut gua jadi masalah utama di Indonesia sekarang. Berbeda dengan gamer barat yang cenderung ngegame di rumah masing-masing, gamer Indonesia cenderung bermain di warnet/rental. Tentunya bakal repot dan memakan ongkos banyak jika warnet yang berisi 30 kompi saja, misalnya, dipasangi game ori untuk tiap komputer (dengan kebijakan DRM one key per-user dari para developer saat ini). Dan juga, game-game PC saat ini memang diperuntukkan bagi personal user, bukan shared user.
Microsoft dengan Windows-nya sudah menekan tingkat pembajakan OS mereka dengan memberikan paket Windows khusus warnet/perusahaan. Nah, gua rasa developer game besar juga harus mengikuti langkah ini.



Gua sadar, di dunia ini ada hitam dan putih. Dan tidak semuanya dapat menjadi putih seluruhnya. Kejahatan akan tetap ada, dosa akan tetap terbuat, dan pembajakan tidak akan hilang. Namun alangkah baiknya jika kita dapat menekan dan mengembalikan kejayaan game PC seperti dulu. Karena sesungguhnya, PC adalah platform yang paling berpotensi untuk berkembang, dibanding konsol yang hanya berkembang setiap 4~5 tahun sekali.

If you call yourself a gamer, support your game developers. 



7 comments:

  1. +1 for PC programs! lol

    ReplyDelete
    Replies
    1. Sebenernya gua juga masih pake software bajakan (Adobe tools, Microsoft Office) karena masih mikir-mikir lagi soal harganya (gila aja Photoshop CS5 ori 6 juta). Kalo game, gua udah pindah ke ori soalnya harganya cukup affordable.

      Delete
  2. cuma 1 yg ane masih rada susah buat pindah ke ori yaitu gak ada yg jual game ori di toko2 game tempat ane (palembang). Yg ada malahan bajakan semua dan ane yakin yg jual pasti ingin jual yg ori lah (kembali lagi ke harga sih). Berhubung ane juga belum ada kartu kredit dan masih ragu buat jual-beli AKAP (kayak bus aja ya hihii) :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kalo disana via digital gimana? Koneksi kira-kira memadai ngga untuk download game dengan ukuran 6GB++?

      Oh ya kalo pake Steam bisa juga kok pake cara 'nyuntik' (beli lisensinya aja di Steam, terus filenya tinggal install dari CD bajakan, tinggal update dikit)
      tapi ngga semua game bisa.

      Delete
  3. biasa gue download 6GB soalnya gua pake IDM Internet Download Manager jadi kan bisa di pause downloadnya.

    ReplyDelete
  4. Game ori kan murah kalo belinya digital, lagipula di daerah jarang yang jual game ori fisik

    ReplyDelete
  5. Gpp game PC dianaktirikan, gue bukan PC race master..
    Download gratis bro (pake wifi langganan dirumah), nanti ada yang komen wifi kan bayar ? iya wifi bayar, yang langganan kan ortu gue, so intinya gratis karna kalau ga dipake download ya nonton youtube sama aja...

    ReplyDelete

Powered by Blogger.